Gelandang bertahan Southampton Shea Charles menolak mengesampingkan kepindahan ke Man Utd.
Beberapa bulan lalu dikabarkan bahwa pemain berusia 22 tahun itu menjadi incaran Setan Merah, namun ketika ditanya tentang masa depannya, Charles berkata:
“Saat ini, saya fokus pada Southampton dan musim berikutnya. Kami akan lihat apa yang terjadi ketika kami kembali untuk pramusim. Saya sangat menantikan untuk kembali ke Southampton.”
Harga yang diminta Charles diyakini berada di kisaran £20 juta, sehingga tidak akan menjadi pengeluaran besar bagi Setan Merah.
Hubungan antara Wilcox dan Charles
Direktur Sepak Bola Jason Wilcox telah bekerja dengan pemain tersebut pada dua kesempatan terpisah. Dia pertama kali bertemu dengannya saat menjadi manajer akademi di Manchester City.
Ketika Wilcox pindah ke Southampton pada tahun 2023 untuk menjadi kepala perekrutan mereka, dia merekomendasikan Charles.
Gelandang itu bergabung dengan Saints dengan harga awal £10,5 juta hanya beberapa minggu setelah kedatangan Wilcox di St Mary’s. Sekarang tampaknya dia ingin bertemu kembali dengannya lagi.
Man Utd menginginkan tiga gelandang
Wilcox telah berulang kali menyatakan keinginannya memperkuat lini tengah dengan tiga tambahan baru, namun salah satunya diduga bergantung pada kepergian Manuel Ugarte.
Pemain internasional Uruguay itu mengalami kesulitan dalam dua musimnya di United sejak kepindahannya dari Paris Saint-Germain pada musim panas 2024, dan dia akan diizinkan pergi jika ada pelamar yang ditemukan.
Kepergian Ugarte akan memberikan ruang bagi gelandang lain, tetapi tidak jelas seberapa tinggi posisi Charles dalam daftar pilihan Wilcox.
Dengan £150 juta yang dikatakan telah disisihkan untuk memperkuat lini tengah, mungkin pemain internasional Irlandia Utara hanya akan direkrut jika mereka kehabisan uang untuk menandatangani target lain.
Ingin lebih banyak berita tentang Man Utd? Tambahkan Man U News sebagai sumber pilihan di Google
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.